#5 of 7 | Prev -
Next
Kara Ben Nemsi V Dari Baghdad ke Stambul
Description
Description
Karangan: Karl May
ISBN:
Ketika saya tiba di sana, hari sudah hampir malam. Tak ada kepastian
bahwa saya akan memperoleh keterangan yang bermanfaat karena gaya
bangunan Negeri Timur yang menghadap ke dalam, tak seperti rumah-rumah
di kampung halaman saya. Dengan demikian, keadaan di jalan-jalan kurang
diperhatikan ketimbang di Negeri Barat. Tetapi saya melihat beberapa
yang orang penghuni kota yang “kurang beruntung” dan tersisih dari
sentuhan kemanusiaan, serta sangat bergantung pada belas kasihan
manusia: para penderita kusta. Terbungkus pakaian compang camping,
mereka berbaring agak jauh dari jalan dan sudah memanggil-manggil saya
dari kejauhan agar memberi sedekah kepada mereka.
Di balik pilar kembar, terdapat suatu lubang atau pintu masuk
terowongan yang membangkitkan rasa ingin tahu saya. Seperti apa
keadaannya di dalam lorong-lorong bawah tanah ini? Suatu lorong yang
disinari cahaya obor ketika persembahan kepada Baal sedang disembelih?
Tak ada salahnya untuk berjalan beberapa langkah ke dalam lorong. Jika
saya hanya pergi sejauh yang dapat ditembus oleh siar matahari, saya
pasti takkan apa-apa.
Ya, Tuhan! Saya kenal suara itu! Siapa pun pernah mendengarnya
takkan bisa melupakan nadanya yang dingin, tajam, dan keras. Yang duduk
di hadapan saya tak lain dan tak bukan adalah Abrahim Mamur, orang yang
ingin kami tangkap. Apa harus saya jawab? Mengapa tidak? Dalam
kegelapan seperti ini, tak mungkin saya menunjukkan kepadanya bahwa
saya diam bukan karena takut tetapi karena melecehkannya. Saya tahu
bahwa saya tak bisa mengharapkan sesuatu yang baik, tetapi saya tak
takut dan saya memutuskan untuk tak memohon, meskipun hanya sepatah
kata.
Setelah bunyi-bunyian ini, para derwis mempertontonkan berbagai
gerakan membungkuk dan gerakan aneh, kadangkala kepada satu sama lain,
kadangkala kepada pemimpin mereka. Mereka berayun-ayun dari kanan ke
kiri, dari belakang ke depan, dengan kaki ditekuk. Mereka memutar
bagian atas tubuh dalam gerakan memutar dari pinggul, menoleh-nolehkan
kepala, menggoyang-goyangkan tangan, meremas-remas tangan, bertepuk
tangan, menjatuhkan diri ke lantai dan memukulkan topi kerucut mereka
ke lantai hingga menimbulkan bunyi yang keras.
|