Toko Buku Online puspri.com cara mudah beli buku dengan harga diskon, buku Intelijen (INTEL INDONESIA MOSSAD CIAdll) dan buku Karl May
cara mudah beli buku diskon, buku Intelijen (INTEL INDONESIA MOSSAD CIAdll) dan buku Karl May HomeHow to BuySite MapAbout UsContact Us
0 item
Hitung Ongkos kirim:
Total belanja: Rp Kota/Wilayah :
Ongkos kirim:

Pembayaran (termasuk ongkos kirim) disampaikan melalui transfer atau setor tunai ke:

BCA KCP Bintaro Sektor 3
a/n: Pandu Ganesa
a/c no 474 0646953

Sertakan nama sesuai pendaftaran ketika mentransfer/setor tunai. Lama pengiriman barang 2 hingga 5 hari kerja (tergantung jarak).

4 user sedang online
Anda pengunjung ke-65,724
Search:
27 Februari 2010
Mossad Sering Palsukan Paspor Australia
KOMPAS, Sabtu, 27 Februari 2010 | 04:17 WIB Sydney, Jumat - Badan intelijen Israel, Mossad, telah secara berkala memalsukan paspor Australia untuk mata-matanya. Demikian dikatakan seorang mantan agen Mossad, Kamis (25/2). Kemarahan terus meningkat atas penggunaan dokumen perjalanan asing untuk sebuah pembunuhan. detail

» index berita
Indokarlmay
Toko Winnetou

Karl May » Kara Ben Nemsi

#5 of 7 | Prev - Next
Bookmark and Share

Kara Ben Nemsi V Dari Baghdad ke Stambul

Kara Ben Nemsi V Dari Baghdad ke Stambul
Description
Description

Karangan: Karl May
ISBN:

Ketika saya tiba di sana, hari sudah hampir malam. Tak ada kepastian bahwa saya akan memperoleh keterangan yang bermanfaat karena gaya bangunan Negeri Timur yang menghadap ke dalam, tak seperti rumah-rumah di kampung halaman saya. Dengan demikian, keadaan di jalan-jalan kurang diperhatikan ketimbang di Negeri Barat. Tetapi saya melihat beberapa yang orang penghuni kota yang “kurang beruntung” dan tersisih dari sentuhan kemanusiaan, serta sangat bergantung pada belas kasihan manusia: para penderita kusta. Terbungkus pakaian compang camping, mereka berbaring agak jauh dari jalan dan sudah memanggil-manggil saya dari kejauhan agar memberi sedekah kepada mereka.

Di balik pilar kembar, terdapat suatu lubang atau pintu masuk terowongan yang membangkitkan rasa ingin tahu saya. Seperti apa keadaannya di dalam lorong-lorong bawah tanah ini? Suatu lorong yang disinari cahaya obor ketika persembahan kepada Baal sedang disembelih? Tak ada salahnya untuk berjalan beberapa langkah ke dalam lorong. Jika saya hanya pergi sejauh yang dapat ditembus oleh siar matahari, saya pasti takkan apa-apa.

Ya, Tuhan! Saya kenal suara itu! Siapa pun pernah mendengarnya takkan bisa melupakan nadanya yang dingin, tajam, dan keras. Yang duduk di hadapan saya tak lain dan tak bukan adalah Abrahim Mamur, orang yang ingin kami tangkap. Apa harus saya jawab? Mengapa tidak? Dalam kegelapan seperti ini, tak mungkin saya menunjukkan kepadanya bahwa saya diam bukan karena takut tetapi karena melecehkannya. Saya tahu bahwa saya tak bisa mengharapkan sesuatu yang baik, tetapi saya tak takut dan saya memutuskan untuk tak memohon, meskipun hanya sepatah kata.

Setelah bunyi-bunyian ini, para derwis mempertontonkan berbagai gerakan membungkuk dan gerakan aneh, kadangkala kepada satu sama lain, kadangkala kepada pemimpin mereka. Mereka berayun-ayun dari kanan ke kiri, dari belakang ke depan, dengan kaki ditekuk. Mereka memutar bagian atas tubuh dalam gerakan memutar dari pinggul, menoleh-nolehkan kepala, menggoyang-goyangkan tangan, meremas-remas tangan, bertepuk tangan, menjatuhkan diri ke lantai dan memukulkan topi kerucut mereka ke lantai hingga menimbulkan bunyi yang keras.


Home | How to Buy | Site Map | About Us | Contact Us

© 2010 Pustaka Primatama
Jl. Beruang Raya 28A | Kampung Peladen Pondok Bintaro | Ciputat 15225   INDONESIA
Ph. +62 - 21 - 7373 725 | Fax +62-21 - 7373 724 | email: puspri1@big.net.id